Tips Menghindari Rasa Marah Dan Membentak Terhadap Anak

Tips hindari rasa marah dan membentak terhadap anakTips Hindari Rasa Marah Dan Membentak Terhadap Anak - Pertumbuhan anak-anak yang di bentuk dari kebiasaan kata-kata keras dan kasar, bentakan atau sejenisnya yang bersifat menyakitkan mereka, maka akan menciptakan situasi yang tidak nyaman dan terjadinya hubungan yang renggang antara orang tua dan anak.

Bahkan yang lebih membahayakan adalah terciptanya rasa tidak percaya terhadap orang tua dan sikap berontak terhadap semua aturan di rumah. Langkah yang mereka lakukan adalah mencari tempat lain yang bisa di ajak berinteraksi dengannya seperti kawan-kawannya dan orang lain yang di anggapnya bisa menerima aspirasi anak tersebut. Membentak dan memarahi anak menyebabkan milyaran sel otak rusak dan mati, dan sangat beresiko di kemudian hari.

Memang tidak mudah dalam mendidik anak namun bukan berarti tidak ada jalan untuk mendidik anak dengan benar, rasa marah dan jengkel kadang sering menyelimuti orang tua kususnya ibu yang sering memiliki waktu yang lebih lama bersama anak-anak.

Berikut Ini Tips Menghindari Rasa Ingin Marah dan Membentak Terhadap Anak

* Pertama sadari dan pedomani dahulu bahwa marah terhadap anak tidak akan memecahkan masalah justru akan menambah masalah baru yang berkepanjangan, dan ini sangat merugikan banyak pihak termasuk orang tua sendiri.

* Jika rasa ingin marah mulai muncul, tarik nafas dalam-dalam dan perlahan setelah itu tutup mata Anda lalu hembuskan kembali dengan perlahan, sambil tenangkan hati dan pikiran Anda.

* Kita semua yang memiliki anak terkadang memang di buat jengkel dan rasa ingin marah pada anak-anak. Sadarilah bahwa mereka itu polos dan jujur, anak-anak berkata dan bertindak apa adanya sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu ajari mereka disiplin dengan perlahan tapi pasti.

* Anda adalah mentor bagi anak-anak Anda, oleh karena itu anak-anak cenderung meniru apapun sikap yang Anda lakukan, maka jadilah contoh yang baik dan dapat di percaya oleh anak-anak dengan rasa kasih sayang sepenuhnya.

* Jika anak-anak melakukan suatu kesalahan, nasehati mereka dengan halus dan sesuaikan dengan bahasannya, sehingga mereka mudah untuk memahami.

* Ajari mereka untuk bisa mengekpresikan rasa dengan benar kepada orang tua, orang lain dan kawan-kawannya. Tentu saja dengan gaya bahasa yang bisa di terima anak-anak.

* Beri anak aturan dengan jelas dan sepakati bersama, jika hal ini sudah sering di lakukan maka akan menjadi suatu kebiasaan tanpa harus di perintah. Contohnya larangan bermain atau menonton tv saat jam belajar.

* Jangan lupa selalu berilah pujian saat mereka membuat suatu prestasi yang baik. Memberikan suatu hadiah adalah apresiasi yang tidak berlebihan selama masih dalam ukuran kewajaran.

* Jalin hubungan yang harmonis dan perkuat hubungan Anda dengan anak, jadilah orang tua yang bisa di andalkan dan di banggakan oleh mereka.

* Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda berniat untuk membangun sebuah karakter anak yang berkualitas, produktif dan berdisiplin tinggi.

* Berilah anak-anak makanan yang bergizi tinggi dan buat jadwal tidur yang di sepakati bersama, biasannya jika mereka terbentuk dari makanan sehat dan bergizi tinggi serta jadwal istirahat yang teratur maka anak akan menjadi penurut pada orang tua.

* Tidak ada orang tua yang selalu benar dan sempurna, tetapi tetaplah tenang menghadapi anak Anda saat rewel atau nakal dan ajak dia berinteraksi, berkomunikasi dengan perlahan, lembut serta penuh kasih sayang.

* Selalu sadari bahwa bertindak keras dan menyakiti anak secara fisik seperti mencubit, memukul dan menampar adalah perbuatan yang tidak mendidik dan sangat merugikan. Tetap tenang dan bersabarlah menghadapi mereka.

* Berikan kata-kata yang menghibur dan memperkokoh pendiriannya, seperti "Kamu hebat, kamu pintar atau papa/mama bangga kepada kamu." artinya beri mereka dukungan dan motivasi yang positif.

* Sesibuk apapun aktivitas Anda jangan lupa luangkan waktu untuk memberikan perhatian kusus pada anak-anak dan keluarga, agar mereka selalu merasa di perhatikan dan di ayomi, sehingga terbentuk suasana yang hangat dan harmonis.

Itulah tips untuk menghindarkan rasa marah dan membentak terhadap anak, mengingat dampak yang terjadi sangat beresiko terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak di kemudian hari. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi kita semua sebagai orang tua.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


6 comments:

  1. Memang tidak ada orang tua yang sempurna. Bahkan, kadang yang terbaik menurut orangtua pun belum tentu terbaik bagi anak. Tfs. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Elisa, intinya kita sebagai orang tua masih membutuhkan banyak refersnsi dan pembelajaran dari banyak orang, agar lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan.

      Delete
  2. Thanks Info Mas Katon, Sangat bermanfaat dan sebagai orang tua saya juga berusaha untuk tidak membentak anak namun terkadang kurang sabar.

    ReplyDelete
  3. Mksh artikelnya....izin share ya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, silahkan Darka Sya Guna,,,Kembali kasih

      Delete

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga