Cara Membentengi Anak Dari Kejahatan Pedofilia

Cara membentengi anak dari kejahatan seksualCara Membentengi Anak Dari Kejahatan Pedofilia - Miris sekali saat mendengar berita tentang kejahatan terhadap anak, baik itu kejahatan seksual maupun kekerasan dan penelantaran, sungguh hati ini terasa ingin berteriak memaki-maki para pelaku kejahatan anak tersebut.

Mungkin juga ada jenis kejahatan lain yang tidak manusiawi di lakukan para pelaku terhadap anak-anak.

Kejahatan pedofilia ini tidak menutup kemungkinan hanya menimpa pada anak-anak perempuan saja namun juga bisa terjadi pada anak laki-laki.

Para pelaku kejahatan bukan hanya di lakukan oleh orang lain saja namun kadang di lakukan oleh teman, saudara dan kerabat dekat dan bahkan oleh orang tua sendiri. Duh, rasanya sakit, marah, benci dan apapun yang bersifat buruk buat para pelaku kejahatan anak tersebut.

Artikel lain:
Cara meningkatkan kepercayaan diri anak dengan olah raga
3 Anak dengan kecerdasan di atas rata-rata 

Baru-baru ini telah terjadi tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia sekitar 11 tahun yang di lakukan oleh teman-temannya sendiri satu sekolahan, mereka para pelaku memang teman sekolah namun sudah tiga kali tidak naik kelas jadi sudah berusia 15 tahun saat itu.

Kejadian itu di lakukan di kamar mandi sekolah bersama seorang temannya lagi, perbuatan yang sangat memalukan sekolah itu terjadi saat pulang sekolah dan situasi sudah sepi. Mendengar berita itu, orangtua korban sangat marah dan melaporkan ke polres setempat.

Sebelumnya juga terjadi peristiwa yang sangat menghebohkan, kejadian pelecehan seksual pada sebuah sekolah bertaraf internasional di jakarta yang dilakukan oleh para guru pembimbingnya, bersyukur hal itu segera di ketahui dan di laporkan ke pihak yang berwajib.

Bagi kita yang memiliki anak jadi sangat kawatir dan was-was terhadap keselamatan diri mereka, apalagi jika jauh dari anak-anak seperti saat sekolah atau bermain di luar bersama kawan-kawannya.

Berikut Cara Membentengi Anak dari Kejahatan Pedofilia

Kemarin saya membaca tips dari blog Putri Agustina Simatupang untuk melindungi buah hati dari pelecehan seksual, semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua kususnya kita para orangtua yang memiliki anak perempuan.

Tips itu adalah "Membentengi anak-anak dengan memberikan edukasi tentang bagian tubuh mana saja yang tidak boleh di sentuh oleh orang lain." khususnya bagian yang sensitif dan seksual, seperti paha, kelamin, dubur, dada dan leher. Prinsip tersebut harus di tanamkan pada anak sedini mungkin, agar anak terbiasa dan mudah memahami kalimat itu serta mengaplikasikannya.

Kita semua berharap agar tidak ada lagi kejahatan yang terjadi pada anak-anak, mengingat bukan saatnya anak-anak melibatkan dirinya pada situasi dan kondisi yang seperti itu. Peran serta orang tua memang di butuhkan namun ada kalanya kita sebagai orang tua tidak bisa mengawasi buah hati kita selama 24 jam teus menerus. Maka dari itu menanamkan prinsip seperti di atas bisa menjadi pedoman bagi anak untuk membentengi dirinya khususnya anak-anak perempuan.

Orang tua harus respek terhadap prilaku anak, jika ada sikap atau prilaku anak di luar kebiasaan dan itu mencurigakan, ajaklah anak untuk berkomnikasi dengan baik-baik, dan jika ada masalah cepat di selesaikan bersama tanpa menyingung perasaan anak-anak. Buat dia nyaman dan tentram bersama keluarganya, agar keadilan terhadap anak-anak tercapai.

Semoga artikel ini bermanfaat dan kita semua berharap agar tidak ada lagi kekerasan terhadap anak di bawah umur lagi, di samping itu para penegak hukum kita harus lebih tegas dan adil dalam menyikapi peristiwa yang melibatkan anak-anak.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


4 comments:

  1. bergidik kalo melihat jaman sekarang banyak banget angka kejahatan terhadap anak. apalagi yang berbuat ga jarang orang terdekat. waspada

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, prihatin sekali melihat kenyataan saat ini,,, Seperti halnya kasus Angle, ingin sekali rasanya pergi ke Bali dan menghakimi pelakunya. Tapi setelah di pikir secara mendalam mungkin ini kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya terdiam dan pasrah!!!

      Delete
  2. Saya juga sangat khuatir tentang perkara ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita semua mengkhawatirkan atas permasalahan ini, meskipun sudah ada lembaga perlindungan anak baik dari swasta maupun instansi pemerintah seperti di PPA. Yah, kita semua hanya bisa berharap agar tidak terjadi hal yang tidak kita harapkan pada orang yang kita lindungi.

      Delete

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga