Penyakit SARS

Penyakit SARSPenyakit SARS - Pada kesempatan yang lalu kita telah membahas mengenai 6 hal yang seharusnya kita ketahui tentang virus MERS, dan kali ini kita akan kembali membahas mengenai penyakit SARS yang ternyata ada kemiripan dengan penyakit mers. 

Namun bedanya kalau penyakit MERS merupakan penyakit pernafasan dengan berpotensi komplikasi seperti diare, sesak nafas, rawan cidera ginjal, sakit otot dan nyeri sendi sedangkan SARS memiliki dua tahap infeksi dan sebelum gejalanya bisa di deteksi memiliki masa inkubasi sekitar 1-2 minggu.

Ketika penyakit SARS menyerang, penderita masih bisa di rawat jalan selama 10 hari sampai tiga minggu, dan pada tahap selanjutnya infeksi pasti dalam rawat inap serta biasanya sekitar 10% penderita penyakit SARS berakhir dengan kematian.

Sementara MERS hanya membutuhkan sekitar 5 hari untuk timbu gejala-gejalanya (Meskipun kadang ada beberapa kasus yang membutuhkan sekitar 1-2 minggu untuk timbul) dan tahap infeksi hanya sekali serta akhir dari penderita sekitar seperempatnya kematian dan semakin menurun.

Perbedaan selanjutnya ada pada penyebaran virus, kalau virus SARS sangat mudah menular di lingkungan penderita sementara MERS masih membutuhkan kontak lebih dekat dengan penderita (Manusia atau hewan), artinya virus SARS lebih sensitif dalam penularanya.

SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, di ketahui awal muncul di Tiongkok-Cina pada November 2002 di provinsi Guangdong, virus ini menyebar sangat cepat melalui beberapa negara seperti Hongkong dan Vietnam selanjutnya menyebar luas melalui wisatawan yang datang ke negara tersebut dan akhirnya mendunia pada tahun 2004. Sampai saat ini SARS masih menjadi ancaman bagi seluruh dunia.

Penyebab Penyakit SARS

SARS di sebabkan oleh virus Corona dan Paramoxviridae. Corona virus selama ini di kenal sebagai penyebab flu, radang paru-paru dan diare sedangkan Paramoxviridae penyebab parainfluenza, jadi penyebab penyakit SARS sementara kesimpulannya adalah jenis virus baru hasil mutasi dari Corona virus.

Gejala Penyakit SARS Yang Bisa Timbul

Seperti sakit flu biasa seperti batuk, sesak nafas, radang tenggorokan, demam dan gejala non spesifik lainnya. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah demam tinggi dia atas 38 derat celcius (100.4 derajad Farenheit) dan sesak nafas.

Pada penderita penyakit ini biasanya limfositnya mengalami penurunan dan trombosit juga demikian. Jika sudah berat maka penderita berpotensi untuk kekurangan oksigen dalam darahnya dan meningkatnya jumlah enzim hati, Keadaan ini bisa di deteksi dengan alat medis.

Pencegahan Penyakit SARS

Virus SARS memang menular untuk itu bagi kerabat atau orang lain yang sehat di harapkan tidak kontak langsung dengan penderita dan membiasakan menggunakan masker saat keluar ruangan serta mencuci tangan setelah menyentuh benda-benda di tempat umum seperti hendle pintu kantor, halte bus dan tempat umum lain yang memungkinkan untuk bersentuhan.

Selain itu jika Anda baru saja pulang dari bepergian keluar negara yang di sinyalir endemi SARS maka Anda harus waspada, segera periksakan ke dokter jika timbul beberapa gejala yang tidak biasa serta selalu meningkatkan kekebalan tubuh seperti mengkonsumsi banyak makanan bergizi, vitamin-C, istirahat cukup, olahraga rutin dan jangan lupa selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan.

Pengobatan Penyakit SARS

Sebelum timbulnya pengobatan, alangkah baiknya jika kita selalu preventif terhadap segala yang terjadi. Namun jika hal ini harus terjadi maka peran dokter harus cepat bertindak.

Sebenarnya masih belum ada obat atau vaksin yang khusus untuk penderita SARS namun biasanya dokter akan memberikan anti-pyretic, suplemen oksigen dan bantuan ventilasi.  Dan pada awalnya juga ada dukungan pengunaan steroid dan antiviral drug ribavirin, namun ada beberapa ahli klinik yang mencurigai ribavirin bisa merugikan kesehatan.

Namun pada sekitar Desember 2004 Tiongkok mengklime telah menemukan vaksin khusus anti virus SARS yang telah di uji cobakan pada 36 orang sukarelawan dan 24 di antaranya berhasil menghasilkan antibodi SARS. Namun sampai saat ini penelitian masih terus berlangsung.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


0 komentar:

Post a Comment

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga