Proses Transplantasi Ginjal

Proses transplantasi ginjalPengertian Dan Sejarah Singkat Transplantasi Organ Tubuh Manusia

Transplantasi organ tubuh adalah cangkok organ tubuh dari organ tubuh seseorang kepada organ tubuh orang lain. Proses transplantasi yang tercatat pertama kali di muka bumi ini adalah sekitar abad-2 sebelum masehi.

Berikut Ini Beberapa Contoh Transplantasi atau Cangkok Organ Tubuh Yang Pernah Berhasil di Lakukan Para Medis antara lain:

* Di India cangkok kulit hidung yang di lakukan oleh ahli bedah bernama Sushruta, dia mencangkok kulit hidung dari satu orang kepada orang lain dan berhasil.

* Sekitar abad-16 juga pernah terjadi sukses cangkok pada kulit seseorang.

* Ada juga transplantasi kulit yang di lakukan di Italia oleh seorang ahli bedah yang bernama Gasparo Tagliacozzi, ternyata tubuh pasien menolak kulit yang di cangkokkan kepadanya.

* Pada awal abad-20 pencakokan organ tubuh mulai banyak variasi, jadi tidak hanya kulit luar seseorang saja namun sudah pada organ dalam tubuh seperti ginjal, hati, paru-paru, jantung dan banyak lagi. Proses transplantasi yang di lakukan pada saat itu banyak yang berhasil dengan baik.

Sebenarnya permasalahan terbesar yang di hadapi oleh para ahli bedah ini adalah penolakan organ yang di transplantasi kepada tubuh pasien. Karena adanya penolakan cangkok atau transplantasi organ ini menyebabkan keberhasilan hanya mencapai sekitar 18-20 hari saja.

Seiring dengan perkembangan teknologi medis saat itu akhirnya tercipta obat imunosupresif, yang bermanfaat untuk agar organ yang di transplantasi cepat bisa beradaptasi dengan organ yang baru. Beberapa obat yang termasuk imunosupresif adalah ciclosporine dan viaspan. Sedangkan viaspan sangat di khususkan untuk cangkok hati.

Pada zaman sekarang ini teknologi yang canggih hingga para ahli bedah menemukan pola proses transplantasi bukan hanya organ tubuh manusia saja namun organ tubuh hewan ke tubuh manusia, sementara saat ini yang bisa di rekomendasikan adalah organ tubuh primata (Babon, simpanse, orang utan atau gorilla)

Transplantasi Ginjal

Untuk saat ini transplantasi organ tubuh yang sering terjadi adalah ginjal. Transplantasi ginjal adalah menempelkan ginjal yang sehat kepada seseorang yang membutuhkannya. Biasanya proses ini di lakukan saat seseorang menderita gagal ginjal stadium akhir.

Seseorang yang menderita gagal ginjal masih di berikan pilihan yaitu hemodialisis (memberikan alat cuci darah yang memiliki kerja mirip ginjal) serta peritoneal dialisis (cuci darah yang menggunakan selaput rongga perut sebagai alat yang menyaring darah dari cairan dianial.) Dan cara yang kedua ini harus di lakukan pasien terus menerus seumur hidupnya.

Dalam proses pencangkokan ginjal cukup satu buah saja, karena satu ginjal sudah cukup untuk menangani segala kemampuan kerja ginjal. Ginjal yang di donorkan akan di tempelkan di bagian dalam perut sebelah bawah, bukan pada posisi awal ginjal berada.

Ginjal yang tidak dapat menjalankan fungsinya tetap berada di tempatnya, namun jika di rasa terlalu membahayakan karena infeksi maka akan di angkat. Lalu pembuluh darah dan ureter (saluran kencing) pasien akan di sambungkan ke ginjal yang baru tersebut.

Setelah penyambungan selesai maka ginjal baru akan di aliri darah dan menjalankan aktifitasnya sesuai dengan fungsinya, sementara produksi urine akan menyusul secara otomatis. Tetapi biasanya urine akan di produksi sekitar 2-3 minggu kemudian.

Yang perlu diketahui adalah transplantasi ginjal tidak menyembuhkan pasien dari penyakit yang di deritannya, namun hanya sebagai alternatif untuk menghindarkan dari segala perawatan medis yang mengganggu dan sangat merepotkan.

Demi Keberhasilan Transplantasi Ginjal Dengan Baik Maka Ada Beberapa Prosedur Yang Harus di Perhatikan antara lain:

1. Kesiapan Mental Dan Fisik Pasien

Kesiapan mental dan kesehatan fisik pasien harus di persiapkan terlebih dahulu karena sangat menentukan dalam keberhasilan proses tersebut. Sebelumnya pasien akan di periksa oleh dokter dan memutuskan bahwa calon pasien layak sebagai resipen (penerima donor) atau tidak.

2. Kesiapan Ginjal Donor

Ginjal yang akan di donorkan bisa berasal dari dua sumber yaitu yang masih hidup atau sudah meninggal atau (donor kadaver). Biasanya ginjal yang akan di donorkan berasal dari yang masih hidup antara lain anggota keluarga, sahabat atau yang lain dan donor yang di ambil dari yang sudah mati harus di pastikan masih bisa berfungsi dengan baik dan segar.

Untuk mendapatkan ginjal dari donor kadaver yang layak adalah melalui beberapa proses, biasanya ginjal yang di ambil dari jenazah masih sangat baik dan di aliri darah. Oleh karena itu donor dari ginjal kadaver yang layak adalah seseorang yang sudah di nyatakan mati batang otak atau (brain death)

Mati batang otak adalah saat sel-sel otak tidak lagi bisa berfungsi sebagaimana mestinya secara total, sehingga tubuh tidak bisa memberikan kemampuan untuk gerak secara refleks. Jika seseorang telah di nyatakan "brain death" maka orang tersebut resmi telah mati.

Namun pada dasarnya masih banyak organ tubuh lain yang sehat dan dapat berfungsi dengan baik, karena kemampuan bertahan "hidup" masing-masing organ tubuh berbeda-beda. Apalagi di bantu dengan alat penyokong kehidupan seperti alat bantu pernafasan atau kejut dan sebagainya.

Ginjal yang akan di donorkan harus di reanimasi agar kondisinya tetap sehat dan bugar. Darah yang berada di dalam juga di bersihkan dan ginjal masih dalam keadaan berdenyut. Setelah itu ginjal di angkat dan di pindahkan ke ice-box yang bersuhu antara 0-4 derajad celcius. Dan terakhir, ginjal baru bisa di pindahkan ke resipen. Perlu untuk di ketahui bahwa ginjal bisa di awetkan hanya dalam waktu maksimal 2x24 jam saja.

Kecocokan Ginjal

Jika pasien dan ginjal yang akan di donorkan sudah siap, langkah selanjutnya adalah kecocokan ginjal. Hal ini meliputi kecocokan darah (A,B,O) dan reshusnya.

Selain itu perlu juga di lakukan pengecekan jaringan HLA (Human Leukocyte Antigen System) yang merupakan molekul protein yang terdapat di hampir seluruh permukaan sel tubuh. Jika terjadi ketidak cocokan maka pasien masuk ke dalam daftar tunggu untuk mendapatkan ginjal yang sesuai. Semua data pasien termasuk golongan darah dan HLA akan di sertakan dalam arsip data tunggu tersebut.

Daftar Tunggu

Daftar tunggu untuk proses donor di lakukan sambil menanti hasil dari berbagai tes kecocokan serta ketersediaan ginjal. Hal itu di lakukan karena pada kenyataanya jumlah pasien penerima donor jauh lebih banyak daripada ginjal yang akan di donorkan.

Pelaksaan Transplantasi

Jika ginjal donor dan pasien telah di ferivikasi dan di nyatakan cocok maka proses transplantasi segera di laksanakan. Proses operasi biasanya berjalan sekitar 2-4 jam.

Pasca Operasi Transplantasi

Jika operasi berjalan lancar dan di nyatakan berhasil maka pasien akan mendapatkan obat immunosupresif yang bermanfaat untuk mencegah di tolaknya organ donor oleh tubuh pasien. Pengawasan terus di lakukan oleh petugas selama proses perawatan sampai dinyatakan ginjal berfungsi normal.

Biasanya jika kondisi ginjal donor masih dalam keadaan lemah maka di sarankan pasien untuk menjalani dialisis atau cuci darah sementara hingga dinyatakan ginjal sudah kuat dan mampu bekerja sesuai dengan tugasnya. Masa perawatan di rumah sakit setelah operasi biasnya sekitar 7-8 hari.

Follow Up Care (Perawatan Lanjutan)

Setelah di nyatakan sehat kembali pasien harus tetap mengkonsumsi obat immunosupresif yang di berikan dokter untuk menhindari komplikasi. Selain itu juga di haruskan menjalani medical check up secara rutin. Agar jika terjadi komplikasi dapat terdeteksi sejak dini walaupun terus berkurang dari bulan ke bulan berikutnya.

Secara umum pasien transplantasi ginjal dapat hidup normal seperti sedia kala jika mentaati peraturan yang telah di tetapkan oleh dokter yang menanganinya.

Semoga bermanfaat dan terima kasih




0 komentar:

Post a Comment

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga