Pengertian Skizofrenia Paranoid

Pengertian skizofrenia paranoidPengertian Skizofrenia Paranoid - Skizofrenia adalah suatu penyakit atau gangguan mental yang kemudian memunculkan kesalahan persepsi pada panca indra, lalu timbul gangguan yang khas dalam berfikir (delusi), persepsi (halusinasi), emosi dan prilaku.

Gangguan psikotik ini menyebabkan penderitanya mengalami kelainan mental yaitu kehilangan kepercayaan diri, timbul rasa takut pada sesuatu yang tidak nyata, depresi, rasa curiga yang mendalam dan datang terus menerus. Kemunculan halusinasi yang instens pada panca indra seolah sangat nyata dan menyerang hingga timbul rasa takut yang tidak terkontrol.

Ciri penderita skizofrenia paranoid ini adalah adanya halusinasi auditorik dalam konteks terdapatnya fungsi kognitif dan efek yang relatif masih terjaga, sedangkan dalam hal ini katatonik relatif tidak menonjol.

Kasus yang di alami oleh Sdr. Petrus Bakus, seorang anggota polisi berpangkat brigadir yang kebetulan dinas di Polres Melawi Kalimantan Barat, yang telah membunuh kedua anak kandungnya sendiri (Febian dan Amora) dengan cara di mutilasi bisa jadi dia menderita penyakit ini, oleh karena itu pihak kepolisian Polda Kalimantan Barat masih menyelidiki kasus ini termasuk memeriksa kejiwaan pelaku.

Pengertian Skizofrenia Paranoid

Diagnosis skizofrenia setidaknya timbul satu gejala berikut ini secara jelas dan menonjol atau timbul beberapa gejala lain lebih dari satu jika saat gejala itu kurang jelas atau kurang menonjol.

Timbulnya Keyakinan Palsu Yang di Pertahankan

Munculnya delusi atau waham yaitu keyakinan palsu yang timbul yaitu adanya seseorang atau kelompok tertentu yang sedang mengancam atau membahayakan dirinya. Waham ini menyebabkan penderita skizofrenia merasa selalu curiga dan ketakutan karena tidak tenang di sebabkan perasaan selalu di ikuti, di perhatikan, dan di awasi.

Waham kebesaran (Delusion of grandeur) juga muncul dengan perasaan bahwa dirinya orang penting, karena memiliki kekuatan dan kelebihan.

Waham pengaruh (Delusion of influence) adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa adanya pikiran dari luar yang sedang mengendalikan serta berusaha mempengaruhi pikiran dan tindakannya.

Timbulnya Halusinasi Yang di Anggapnya Bahwa Hal itu adalah Nyata

Halusinasi auditorik adalah suatu kondisi halusinasi yang dipercaya selalu berkomentar secara terus menerus dengan dirinya atau mendiskusikan sesuatu tentang dirinya sendiri yang hanya penderita saja yang mengetahui.

Timbulnya Perilaku Atau Sikap Yang Aneh

Timbulnya gejala motorik yang dapat di lihat dari ekspresi wajah yang aneh dan khas yang di ikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yang tidak wajar. Cara berjalan penderita skizofrenia juga terlihat aneh dan tidak wajar.

Timbulnya Prilaku Katatonik

Prilaku katatonik yang timbul seperti perasaan yang gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu (posturing) atau flexibilitas cerea, negativisme, mutivisme dan stupor.

Timbulnya Penarikan Sosial

Muncul sikap penarikan jiwa sosial artinya adanya perasaan bahwa orang lain tidak menyukai dirinya dan dirinya juga demikian. Sehingga penderita memiliki sedikit teman dan susah bersosialisasi.

Di duga, kemunculan penyimpangan kepribadian ini timbul karena respons pertahanan psikologis (Mekanisme pertahanan diri) yang berlebihan terhadap berbagai tingkat stres dan depresi atau konflik yang menyangkut dirinya, dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda.

Bisa juga di sebabkan karena faktor genetik, artinya jika salah satu atau kedua orang tuanya pernah menderita penyakt ini maka bisa ada kemungkinan anaknya memiliki resiko terkena penyakit skizofrenia.

Selain itu penggunaan obat obatan terlarang juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit ini, obat obatan seperti kokain, heroin, ganja atau yang lainnya akan menyebabkan halusinasi berlebih dan sangat berpotensi timbul penyakit skizofrenia.

Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Pengobatan dari penyakit ini ada dua tahap yaitu secara medis dan secara psikologis. Dengan cara medis penderita dapat di berikan obat obatan antipsikotik. Obat ini bekerja dengan cara mengubah keseimbangan kimia otak (Neurotransmitter), pemberian obat ini biasanya berlangsung antara 2-5 minggu.

Sementara pengobatan secara psikologis adalah dengan cara menerapkan terapi prilaku kognitif, hal ini di maksudkan untuk mendapatkan pengobatan yang berhubungan dengan mental penderita, terutama mengenai cara berfikir, kesiapan perasaan dan prilaku penderita.

Semoga bermanfaat dan terima kasih




2 comments:

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga