Dampak Operasi Usus Buntu

Dampak operasi usus buntuDampak Operasi Usus Buntu - Operasi usus buntu adalah proses pengangkatan umbai cacing dan ini merupakan langkah tepat untuk mengobati penyakit usus buntu yang telah akut. Hal ini di lakukan untuk mencegah pecahnya usus buntu yang meradang dan sering di sebut sebagai operasi darurat.

Jika usus buntu yang membengkak pecah maka ada resiko yang besar yang akan di alami penderita, resiko komplikasi dan infeksi yang bisa membahayakan kesehatan dan bahkan keselamatan jiwa penderita. Sebagian kasus usus buntu di lakukan laparoskopi.

Umbai Cacing

Umbai cacing terletak di kanan bawah menempel di usus besar dengan panjang sekitar 3-5 cm, umbai cacing ini tidak berpotensi dalam fungsi tubuh manusia. Sementara usus besar berfungsi untuk memindahi limbah makanan dari tubuh melalui anus.

Dengan adanya usus buntu ada beberapa bagian sisa limbah yang tidak ikut terbuang dan tertimbun di dalam usus buntu, sehingga beresiko pembengkaan. Daerah tersebut semakin lama akan parah dengan terdapatnya produksi lendir yang rawan terdapat bakteri dan bernanah. Kondisi seperti ini di sebut usus buntu.

Gejala Usus Buntu

Gejala yang di timbulkan pertama kali adalah rasa nyeri yang parah di sekitar lambung sebelah kanan, hal ini akan semakin parah dan menimbulkan rasa sakit yang tajam hingga sekitar pusar. Rasa sakit ini akan semakin memburuk jika penderita bergerak, bersin, batuk atau di sentuh.

Beberapa gejala lain seperti:

* Timbul demam yang meningkat.
* Mual dan muntah sehingga kehilangan nafsu makan.
* Saat buang air kecil terasa sakit.
* Sembelit dan susah buang gas.
* Perut bengkak
* Diare

Saat di lakukan tes darah akan menunjukkan jumlah darah putih, Kadang penyakit usus buntu susah untuk di diagnosa karena tertutup dengan penyakit lain seperti sakit perut yang tiba-tiba dengan gejala yang sama. Untuk itu diagnosis sedini mungkin untuk menghindari pecahnya usus buntu dan segera mendapatkan perawatan.

Jika terjadi pecah usus buntu maka nanah dan bakteri akan menyebar masuk ke rongga peritonium dan organ tubuh lain. Saat ini terjadi penderita mengalami demam yang sangat tinggi dan rasa nyeri tiba-tiba berhenti.

Radang usus buntu (Apendisitis) ini lebih sering terjadi pada pria berusia antara 10 hingga 20 tahun dan jarang terjadi jika seseorang tersebut memasuki usia 50 tahun.

Komplikasi Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Saat usus buntu terjadi dan meradang maka akan mengganggu fungsi normal usus, proses pelepasan limbah dan gas terhambat. Sehinga penderita akan mengalami mual dan muntah.

Penyakit usus buntu bisa pecah dalam waktu 24 jam setelah gejala timbul. Jika hal ini tidak segera di tangani maka keselamatan penderita terancam, selain itu apapun aktifitas yang akan di lakukan di hari itu sangat terganggu dan tidak bisa fokus.

Bakteri yang ada di dalam usus buntu jika terjadi pecah akan menginveksi daerah organ lain termasuk darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Diagnosis Apendisitis

Awal di lakukan diagnosis dengan mengetahui sejarah lengkap kesehatan keluarga dan penerita. Pada penderita rasa nyeri akan timbul jika di sekitar lambung sebelah kanan di tekan dengan jari dan hal itu akan menimbulkan rasa sakit.

Untuk mengkonfirmasi adanya diagnosis apendisitis dokter akan melakukan beberapa langkah berikut, di antaranya adalah:

* Menghitung darah putih.
Biasanya jumlah darah putih meningkat saat gejala ini timbul. Jadi, peningkatan produksi darah putih menjadi indikator bahwa seseorang tersebut ada gejala apendisitis. Sementara penghitungan ini tidak menentukan usus buntu dalam setiap jenis infeksi.

* Urinalisis.
Urinalisis adalah proses pemeriksaan mikroskopik urine yang bertujuan untuk mengetahui apakah dalam urine terdapat sel darah merah, darah putih atau bakteri. urinalisis yang abnormal berarti peradangan batu ginjal, peradangan ini bisa jadi dari usus buntu karena letaknya dekat dengan ureter dan kandung kemih.

* Xray.
Xray adalah metode untuk mengetahui adanya penyumbatan usus di area perut, tinja menjadi keras dan hal bisa di ketahui melalui xray.

* USG.
USG adalah suatu metode dengan menggunakan gelombang suara untuk memeriksa kondisi beberapa organ dalam tubuh. USG dpat membantu memperlihatkan gambar dengan di perbesar sehingga akan tampak jelas jika terjadi apendisitis. Selain itu USG juga membantu menghilangkan kondisi gejala dari penyakit lain yang mirip dengan usus buntu. Seperti pada wanita, yaitu komplikasi indung telur atau tuba palopi.

* CT Scan.
CT Scan biasanya sangat berguna untuk kasus kehamilan namun juga bermanfaat untuk mengidentifikasi usus buntu atau abses lain. Atau bisa juga untuk menghilangkan penyakit lain dengan gejala yang sama.

Dampak dan Efek Samping setelah Operasi Usus Buntu

Jadi, sebenarnya dampak dan efek samping dari setelah menjalani operasi usu buntu tidak begitu membahayakan bagi pasien. Biasanya mengalami sembelit, untuk itu dokter menyarankan agar banyak minum air mineral.

Sebaiknya jangan terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan rasa nyeri yang semakin tajam di bagian jahitan operasi. Pekerjaan terlalu banyak mengeluarkan energi juga harus di kurang artinya Anda harus banyak istirahat untuk meminimalisir rasa nyeri tersebut dan juga memudahkan jaringan kulit untuk bisa erat kembali.

Biasanya penderita akan mulai sembuh setelah 3-6 bulan kemudian tergantung dengan hasil operasi yang di lakukan. " Namun sebenarnya efek atau dampak setelah operasi usus buntu tidak terlalu berarti jika pasien menuruti aturan yang di tetapkan dokter " menurut spesialis dokter bedah Dr. Pria Agustus Yadi SP.B-KBD.

Jika ada yang bertanya apakah setelah pengangkatan usus buntu di lakukan bisa kambuh lagi? Kemungkinan itu sangat kecil sekali karena sebelumnya sudah di lakukan pengangkatan usus buntu.

Itulah dampak operasi usus buntu dan efek lain yang kemungkinan bisa terjadi, semoga bermanfaat dan terima kasih.




0 komentar:

Post a Comment

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Lazada Indonesia

Bahasa yang kamu gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger DMCA.com

Design by Sehat Jiwa dan Raga