Pengertian Puasa Kelahiran

Pengertian puasa kelahiranPengertian Puasa Kelahiran - Mengetahui hari kelahiran atau weton adalah salah satu hal yang sangat penting terutama bagi orang jawa, dengan mengetahui kelahiran tersebut seseorang dapat pula di ketahui sifat atau karakter dan sejarah kehidupannya.

Menjalankan puasa saat hari lahir kita adalah wujud penghormatan terhadap diri kita sendiri dan cara menghargai hidup yang telah di anugerahkan kepada umat manusia. Puasa kelahiran ternyata telah di singung oleh Nabi besar Muhammad SAW pada saat beliau di tanya tentang puasa senin dan kamis yang di jalaninya.

Diriwayatkan oleh Abu Harrairahhu anhu dan beliau berkata bahwa:

"Rasulullah adalah orang yang paling banyak menjalankan ibadah puasa hari senin dan kamis, dan ketika beliau di tanya tentang alasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya segala amal perbuatan di persembahkan pada hari senin dan kamis." maka Allah mengampuni dosa setiap muslim kecuali orang yang bermusuhan." maka Allah berfirman, tangguhkan keduanya." 
(HR. Ahmad)

Selain alasan di atas Nabi besar Muhammad SAW juga bersabda yang artinya:

"Hari itu adalah hari dimana aku di lahirkan, dan pada saat itu pun aku di angkat menjadi rasul serta di tuunkannya kepadaku wahyu."

Puasa hari kelahiran yang di lakukan oleh kebanyakan orang jawa ternyata juga berhubungan langsung dengan baginda Nabi besar Muhammad SAW.

Pengertian Puasa Kelahiran


Di dalam falsafah jawa, puasa kelahiran sangatlah penting untuk di lakukan, memang puasa ini tidak wajib namun alangkah lebih baiknya jika di lakukan. Ilmu pengetahuan dalam hal puasa kelahiran di sebut juga dengan "Ilmu titen" atau dalam bahasa lain "Ilmu observasi." artinya niteni atau observasi terhadap diri sendiri dan lingkungannya.

Sebenarnya pengetahuan mengenai puasa kelahiran sangat penting untuk setiap manusia, dengan menjalankan puasa ini, seseorang akan lebih "awas" atau "tajam" wawasannya dalam merasakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya di dalam menjalankan perjalanan hidup setiap hari mereka lebih cepat respon.

Setiap kelahiran atau weton seseorang memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing, misalnya: Seseorang tersebut lahir pada hari sabtu weton pahing maka ia berwatak sangat ambisius, mudah marah, mudah di adu domba dan tidak teguh pendirian, mereka cenderung keras kepala dan marah besar jika kepribadiannya di usik.

Menurut ilmu jawa untuk bisa menetralkan sifat buruk yang di milikinya, yaitu dengan banyak amal sholeh dan puasa weton atau puasa yang berdasarkan tanggal kelahiran. Dengan menjalankan puasa ini seseorang akan banyak mendapat manfaat positif yang berdampak pada kehidupannya.

Cara Menjalankan Puasa Kelahiran

Sebenarnya ada dua cara dalam menjalani puasa weton atau kelahiran ini, namun tujuannya sama yaitu untuk mencapai kemurnian jiwa dan ketenangan batin, asalkan hal itu di jalankan dengan tulus ikhlas dan karena ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT.

1. Puasa weton atau kelahiran di jalankan selama tiga hari berturut-turut, misalkan Anda lahir pada hari Rabu Wage, maka pada hari selasa sore harinya mempersiapkan diri dengan cara mandi keramas sambil berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar di berikan kekuatan dan kejernihan berfikir dalam menjalankan hidup, namun Anda juga bisa berdo'a sesuai dengan apa tujuan Anda melakukan puasa kelahiran ini.

Setelah itu pada pukul (18.00 Wib) kita makan dan minum terakhir dan buka puasa pada esok harinya juga pada pukul (18.00 Wib) dan di tutup pada pukul 19.00 Wib. Berturut tururt hal itu di lakukan selama tiga hari dan tiga malam, jadi kita berpuasa selama 23 jam.

2. Puasa kelahiran tersebut di lakukan hanya pada saat hari kelahiran saja, misalnya Anda lahir pada hari Mingu, berarti tiap hari mingggu Anda melakukan puasa selama 24 jam yang di mulai dari pukul 18.00 Wib (pukul 6 sore) sampai besoknya pukul 18.00 Wib juga.

Dengan adanya dua cara di atas, bukan berarti keduanya harus di lakukan namun Anda boleh pilih salah satunya, metode mana yang ingin di lakukan. Admin sendiri juga menjalani puasa ini namun sesuai dengan yang di ajarkan orang tua, yaitu puasa seperti layaknya puasa ramadhan yaitu hanya setiap hari dan weton yang sama saja, jadi hanya setiap bulan sekali, contohnya jika Anda lahir pada hari Minggu dan weton Pahing, berarti setiap Minggu pahing Anda berpuasa.

Dalam menjalankan puasa ini sebaiknya di lakukan rutin, dan menghentikan segala aktifitas negatif terhadap orang lain dan lingkungan termasuk mengauli pasangan.

Satu lagi, dalam menjalankan puasa ini sebaiknya di barengi dengan "melek bengi" atau istilahnya "tirakat." Hal ini di lakukan pada malam hari sekitar jam 11.00 sampai pukul 01.00 lebih baik di lakukan dengan duduk tenang di suatu ruangan terbuka dan tidak banyak cahaya agar jiwa cepat menyatu dengan alam sekitarnya.

Sambil "tirakat" lakukanlah berdo'a atau meditasi sesuai dengan kemampuan dan apa yang Anda rasakan, sampaikanlah keluh kesah atau apapun yang Anda rasakan agar di sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai hidup dan matinya seseorang. Anggap Tuhan ada di hadapan Anda secara nyata.

Kejernihan jiwa dan ketengan batin sangat di butuhkan untuk menyikapi hidup, apalagi pada zaman sekarang yang ramai, mereka semua sibuk dengan pekerjaan dan aktifitas apapun yang mereka inginkan, hingar bingar dan lalu lalang kendaraan yang memekakkan telinga, suara pabrik, polusi dan sebagainya, itu semua bisa bikin stres dan sakit jiwa (naudzubillah).

Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih

0 komentar:

Post a Comment

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Bahasa Yang Kamu Gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger

Protection by DMCA.com Protection Status