Puasa Sunnah Dalam Ajaran Agama Islam

Puasa sunnah dalam ajaran agama IslamPuasa Sunnah Dalam Ajaran Agama Islam - Puasa adalah sebuah tindakan ibadah yang sangat di anjurkan bagi semua umat manusia. Bagi umat islam puasa di bagi menjadi 4 golongan yaitu puasa wajib, sunnah, makruh dan haram.

Dari sisi kesehatan puasa akan berdampak sangat positif untuk tubuh, mental dan kepribadian seseorang, biasanya dokter menganjurkan seseorang untuk berpuasa sebelum di cek kesehatannya secara menyeluruh, sebelum operasi dan juga bagi bunda setelah proses persalinan serta banyak lagi manfaat puasa dari sisi kesehatan dan medis.

Puasa wajib adalah puasa yang harus di laksanakan oleh seseorang, puasa sunnah adalah puasa yang jika di laksanakan mendatangkan kebaikan namun jika tidak di laksanakan tidak masalah, puasa makruh adalah puasa yang berpahala jika di tinggalkan namun tidak berdosa dan tidak mendapatkan pahala jika di lakukan, sementara puasa haram adalah puasa yang mendapatkan dosa jika di lakukan.

Kali ini kita akan membahas mengenai puasa yang di sunnahkan oleh islam, puasa yang di anjurkan oleh Rasullah dan di cintai oleh Allah swt. Puasa sunnah ini banyak manfaatnya salah satunya adalah menjauhkan Anda dari segala perbuatan dosa yang di murkai oleh Allah swt.

Berikut ini Puasa Sunnah Dalam Ajaran Islam Yang Perlu Kita Ketahui


1. Puasa Sunnah Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang di lakukan pada hari ke sembilan bulan Dzulhijjah bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji. Dalam sebuah hadist Nabi besar Muhammad saw bersabda yang artinya,

"Tiada amal soleh yang di lakukan pada hari-hari yang lain, yang lebih di sukai pada hari-hari ini (Sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah) karena dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dalam dua tahun yaitu tahun lalu dan tahun yang sedang di jalaninya"
(Hadist Riwayat Al-Bukhari)

Sementara dalam kitab Al-Hikam, Asy-Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata:

"Puasa hari Arafah adalah puasa sunnah yang paling utama, berdasarkan ijma' dan para ulama'"

Jika puasa Arafah di sunnahkan bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah haji, lalu bagaimana dengan mereka yang menjalankan ibadah haji,,,?

Menurut Al-Imam As-Syafie'i mengatakan bahwa bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah haji di Arafah akan lebih baik jika mereka tidak menjalankan puasa di hari itu, dengan tujuan agar mereka kuat dalam berdo'a dan menjalankan ibadah haji di sana.

Sementara Imam Ahmad RadiAllahu mengatakan "Jika mereka sanggup berpuasa maka boleh berpuasa tetapi jika tidak mampu hendaklah segera berbuka, karena di Arafah memerlukan kekuatan tenaga yang lebih banyak."

Niat Puasa Arafah



2. Puasa Sunnah Asyura (10 Hari Muharam)

Puasa Asyura adalah puasa yang di lakukan keesokan hari setelah melakukan puasa sunnah Tasu'a, menurut Imam Asyafi'i dan ulama lain mengatakan bahwa di anjurkan menjalankan puasa di hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram secara berurutan.

Di riwayatkan oleh Abu Hurrairah RadhiAllahu anhu, beliau berkata bahwa:

"Seutama-utamanya puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram dan seutama-utamanya shalat sesudah shalat fardu adalah shalat malam."
(HR. Muslim No.1163)

Dari Abu Qatadah Al-Anshari RadhiAllahu anhu, beliau berkata bahwa:

"Rasullah saw pernah di tanya mengenai puasa di hari Asyura dan beliau menjawab Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu."
(HR. Muslim No.1162)

Dari penjelasan di atas jelaslah sudah bahwa puasa sunnah yang di lakukan pada tanggal 10 Muharram adalah puasa yang terbaik setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan keutamaanya adalah Allah akan menghapus segala dosa-dosa kecil setahun yang lalu, sementara dosa besar hanyalah Taubat dan Rahmad dari Allah swt yang bisa menghapusnya.

Niat Puasa Asyura



3. Puasa Sunnah Senin Dan Kamis

Puasa hari senin dan kamis adalah puasa yang paling sering di kerjakan oleh Nabi besar Muhammad saw. Di riwayatkan oleh Abu Harrairahhu anhu dan beliau berkata bahwa:

"Rasulullah adalah orang yang paling banyak menjalankan ibadah puasa hari senin dan kamis, dan ketika beliau di tanya tentang alasanya, beliau bersabda "Sesungguhnya segala amal perbuatan di persembahkan pada hari senin dan kamis." maka Allah akan mengampuni dosa setiap muslim kecuali orang yang bermusuhan." maka Allah berfirman, Tangguhkan keduanya." 
(HR. Ahmad)

Rasullah sangat mengajurkan umatnya untuk berpuasa pada hari senin dan kamis, dan ketika di tanya alasanya, beliau bersabda, yang artinya adalah:

"Segala amal perbuatan manusia di periksa pada hari senin dan kamis oleh malaikat, oleh karena itu aku senang di periksa semua amal perbuatanku ketika aku sedang berpuasa."

Selain alasan di atas, dalam sebuah hadist beliau juga bersabda bahwa:

"Hari itu adalah hari di mana aku di lahirkan, dan pada saat itu pun aku di angkat menjadi rasul serta di turunkannya kepadaku wahyu." 
(HR. Muslim)

Niat puasa Senin dan Kamis



 4. Puasa Sunnah Daud

Puasa daud adalah puasa yang di lakukan secara berselang-seling (sehari puasa esok harinya tidak puasa), dari Abdullah bin Amru, Rasulullah pernah bersabda:

"Maka berpuasalah kamu sehari dan berbuka sehari, inilah yang di namakan puasa daud as, dan ini adalah puasa yang paling afdhal, lalu aku berkata sesungguhnya aku mampu berpuasa lebih dari itu, maka Nabi sallAllahu alaihiwassalam, bersabda, "Tidah ada puasa yang lebih afdhal dari itu." 
(HR. Bukhari No.1840)

Dalam hadist lain Rasullah juga pernah bersabda bahwa:

"Puasa yang paling di sukai oleh Allah adalah puasanya Nabi Daud, shalat yang paling di sukai oleh Allah adalah shalatnya Nabi Daud, beliau biasa tidur separuh malam dan terbangun sepertiganya, kemudian tidur seperenamnya, beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari." 
(HR. Bukhari-Muslim)

Keutamaan Puasa Daud:

* Menjadi pintu datangnya rezeki.
* Di karuniahi sifat istiqomah atau dapat menahan emosi.
* Senantiasa terpelihara dari segala perbuatan maksiat.
* Senantiasa mendapatkan ketentraman jiwa.
* Di jadikan sebagai hamba Allah yang selalu bersyukur.
* Dapat menumbuhkan akhlaq dan budi pekerti luhur.
* Di karuniai pikiran yang kreatif, positif dan selalu inovatif.
* Terlihat lebih berwibawa.
* Di karuniai rumah tangga yang harmonis.
* Dapat menerima pemberian Allah dengan lapang hati.


Niat puasa Daud


5. Puasa Sunnah di Bulan Harram

Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa yang di lakukan di bulan-bulan harram, seperti bulan Dzulhijjah, Muharrom, Rajab, Dzulqa'dah. Kenapa hal itu di lakukan karena bertujuan untuk melepaskan segala sesuatu yang bersifat haram dan mengamalkan puasa serta melakukan ibadah-ibadah lain dari bulan tersebut. Dari Abi bakrah RA Nabi besar Muhammad saw pernah bersabda bahwa:

"Setahun ada 12 bulan, empat darinya adalah bulan suci, berturut-turut di antaranya adalah Zul-Hijjah, Muharram, Rajab, dan Zulqa'dah." 
(HR. Bukhari - Muslim - Abu Daud dan Ahmad) 


6. Puasa Sunnah Sya'ban

Puasa Sya'ban adalah puasa sunnah lain yang sangat di anjurkan juga oleh Nabi besar Muhammad saw, dari Saidatina Aisyah radiAllahu anhu, beliau berkata:

"Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak pernah berbuka, dan beliau berbuka sampai kami katakan tidak pernah berpuasa, saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah menyaksikan beliau berpuasa lebih banyak dari bulan sya'ban." 
(HR. Bukhari Muslim dan Abu Daud)

Dari Usama bin Zaid ra, dia berkata:

"Saya berkata, "Ya Rasulullah saya tidak melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan sya'ban." Maka beliau bersabda, "Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan, dan merupakan bulan di dalamnya di angkat amalan-amalan kepada Rabbul alamin dan saya menyukai amalan saya di angkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa." 
(HR. Nasa'i) 

Keuntungan Berpuasa di Bulan Sya'ban:

* Berpuasa satu hari di bulan sya'ban akan membawa keuntungan bagi umat, seperti Allah mengharamkan tubuhnya tersentuh dari api neraka, kelak akan menjadi penghuni surga dan menjadi teman Nabi Yusuf AS, akan mendapat pahala seperti yang di limpahkan kepada Nabi Ayub dan Nabi Daud.

* Berpuasa tiga hari pada permulaan, pertengahan dan akhir di bulan sya'ban akan mendapat keuntungan pahala seperti pahalanya 70 Nabi dan layaknya beribadah selama 70 tahun, jika ia meninggal di tahun tersebut maka ia akan di masukkan ke dalam golongan orang - orang yang mati syahid.

* Berpuasa pada hari kamis pertama dan akhir di bulan sya'ban akan membawa keuntungan seperti akan di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan di masukkan ke dalam surga kelak, begitu pula dengan puasa pada hari senin pertama dan akhir.

* Dan apabila berpuasa sebulan penuh di bulan sya'ban akan mendatangkan keuntungan seperti akan di berikan kemudahan saat akan ia mati, terlepas dari kegelapan alam kubur, terbebas dari huru hara malaikat Munkar dan Nakir dan Allah akan menutup aibnya di hari kiamat setelah itu akan di jadikan penghuni surga.

Niat Puasa Sya'ban:



7. Puasa Sunnah Syawal

Puasa syawal adalah puasa yang di laksanakan pada enam hari di bulan syawal, dan ini merupakan sunnah Nabi Muhammad saw. Adapun cara melaksanakanya bisa secara beruntun atau secara terpisah.

Tetapi menurut fatwa Ibni utsaimin dalam kitab "Ad-Da'wah" menyatakan bahwa boleh melaksanakan puasa sunnah beruntun atau terpisah-pisah, namun mengerjakannya secara berurutan itu lebih baik, karena menunjukkan sifat bersegera dalam melaksanakan kebaikan.

Keutamaan menjalankan puasa sunnah syawal pada enam hari pada bulan syawal adalah, sesuai dengan hadist Nabi Muhammad saw yang artinya:

"Siapa saja yang menjalankan puasa Ramadhan dan di ikuti dengan menjalankan puasa enam hari di bulan syawal maka itulah yang di namakan puasa selama satu tahun." 
(HR. Ahmad dan Muslim)

Niat Puasa Syawal



8. Puasa Sunnah Tasu'a

Puasa tasu'a adalah puasa sunnah yang di kerjakan pada tanggal 9 Muharram, puasa ini di lakukan untuk mendampingi puasa yang akan di lakukan pada keesokan harinya yaitu pada tanggal 10 Muharram.

Kenapa demikian? karena di hari yang sama yaitu tanggal 10 Muharram orang yahudi juga melakukan puasa. Jadi dengan melakukan puasa di tanggal 9 akan menjadi pembeda antara puasa yang di lakukan muslim dengan puasa yang di lakukan orang yahudi dan nasrani.

Dari Ibnu Abbas  radhiyAllahu anhuma, mengatakan bahwa ketika Rasulullah sedang menjalankan puasa Asyura, dan beliau juga memerintahkan para sahabat untuk berpuasa di hari itu juga. Ada beberapa sahabat mengatakan yang artinya:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya pada tanggal 10 Muharram itu adalah hari yang di agungkan oleh orang yahudi dan nasrani, lalu Rasulullah menjawab yang artinya: "Jika datang tahun depan isyAllah kita menjalankan puasa tanggal 9 Muharram." Ibnu Abbas melanjutkan, namun belum sampai Muharram tahun depan Rasulullah sudah wafat." 
(HR. Muslim 1916)

Niat Puasa Tasu'a


Pemirsa, itulah macam puasa sunnah yang dapat di rekomendasikan bagi seluruh umat muslim di dunia, semoga kita dapat menjalankan semua perintahnya dan menjauhi semua laranganya dan kita menjadi orang yang ahli syukur atas segala nikmat yang di anugerahkan serta tidak mudah mengeluh atas apapun yang di ujikan kepada kehidupan kita di dunia ini.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


0 komentar:

Post a Comment

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Bahasa Yang Kamu Gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger

Protection by DMCA.com Protection Status Protected by Copyscape