Penyakit Rubella Syndrome

Penyakit Rubella SyndromePenyakit Rubella Syndrome - Zaman dahulu penyakit tidak beragam seperti yang terjadi saat ini, mungkin di sebabkan karena lingkungan atau makanan yang di konsumsi setiap hari atau kebiasaan yang di lakukan orang.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas penyakit rubella yang mungkin masih asing di telinga kita, penyakit rubella hampir sama dengan penyakit herpes atau cacar air, namun virus penyebab penyakitnya berbeda.

Pengertian Penyakit Rubella Syndrome

Penyakit rubella syndrome biasa di sebut campak Jerman, penyakit ini di sebabkan oleh virus yang menginfeksi orang sehat dan muncul dengan gejala ruam bintik merah di sekujur tubuh pasien.

Penyakit rubella lebih banyak di derita oleh anak - anak dan remaja, mereka terinfeksi rubella karena penyakit ini sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang belum mendapat vaksin campak, gondok atau vaksin rubella itu sendiri.

Virus rubella bisa menular melalui udara misalkan saat penderita melakukan bersin atau batuk, selain itu juga bisa menular melalui sentuhan secara langsung misalkan saat berjabat tangan, atau bisa juga saat orang lain menggunakan barang yang pernah di pegang oleh penderita, seperti gelas, piring, handle pintu atau perangkat lain yang terdapat virus rubella.

Seperti yang di sampaikan di atas virus penyebab penyakit rubella tidak sama dengan virus penyebab cacar air,  kalau cacar air bintik merah tersebut terdapat gelembung air yang juga dapat menular namun kalau rubella jauh lebih mudah menular dan lebih serius.

Gejala Penyakit Rubella Syndrome

Saat awal terinfeksi hingga munculnya gejala membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 21 hari tergantung juga kekuatan kekebalan tubuh orang tersebut, semakin rendah kekebalan tubuh seseorang maka semakin cepat menjalar ke seluruh tubuh dan memunculkan gejalannya.

Secara umum gejala yang di timbulkan dari penyakit ini adalah:

1. Selain bintik merah yang semakin menjalar ke seluruh tubuh juga muncul demam ringan yang semakin lama semakin kuat.

2. Selain itu juga di sertai sakit kepala.

3. Hidung tersumbat dan muncul ingus yang berkelanjutan seperti terserang influenza.

4. Kelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga membengkak.

5. Nafsu makan menurun.

6. Muncul infeksi atau semacam konjungtivitis pada kelopak mata dan bola mata.

7. Cepat muncul nyeri sendi terutama pada remaja wanita.

Kemungkinan masih muncul gejala yang lain karena di sesuaikan dengan kondisi kekebalan tubuh penderita itu sendiri, jika anak Anda atau seseorang yang Anda kasihi tedapat gejala seperti yang di sebutkan di atas segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Proses Diagnosis Rubella Syndrome

Ruam bintik merah yang di timbulkan sulit untuk di pastikan bahwa itu adalah di sebabkan virus rubella, namun biasanya dokter mengambil sample air liur atau darah untuk di deteksi di laboratorium agar bisa di pastian penyebab ruam merah tersebut.

Tes tersebut untuk mendapatkan informasi antibodi rubella, jika hasilnya terdapat antibodi "lgM" berarti penderita sedang terjangkit rubella namun jika terdapat antibodi "lgG" maka menginformasikan bahwa Anda pernah mengidap rubella atau sudah mendapatkan vaksinasi rubella.

Tes rubella juga seharusnya di berikan kepada ibu hamil karena di khawatirkan akan berdampak buruk pada janin, jika bunda yang sedang hamil ternyata positif terinfeksi rubella maka sebaiknya bunda mendapatkan pemeriksaan USG dan Amniosentesis.

Amniosentesis adalah prosedur pemeriksaan dan pengambilan semple cairan ketuban untuk mendeteksi kesehatan dan kelainan yang terjadi pada janin.

Pengobatan Rubella Syndrome

Penderita rubella tidak perlu panik namun cara menangani sebelum mendapatkan pengobatan khusus dari dokter Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana yang dapat di lakukan di rumah untuk memperingan gejala yang timbul.

* Istirahat lebih banyak dan jangan lupa minum air putih atau air mineral.

* Jangan lupa makan untuk mendapatkan energi agar dapat memperkuat kekebalan tubuh Anda.

* Untuk mengurangi nyeri dan demam Anda dapat mengkonsumsi paracetamol atau ibuprofen dan konsumsilah setelah makan.

* Anda juga dapat minum air madu atau air lemon hangat untuk mendapatkan tambahan energi dan memperkuat kekebalan tubuh.

* Jika ruam merah di kulit terasa gatal usahakan jangan sampai terluka apalagi di garuk, Anda bisa menggunakan krim pengurang rasa gatal yang bisa Anda beli di toko obat atau apotik.

* Jika yang menderita anak-anak, Anda bisa memberikan si kecil sirup aspirin rubella

Langkah sederhana tersebut bisa Anda lakukan di rumah dan kalau kekebalan tubuh penderita kuat maka pengobatan tidak akan berlanjut ke dokter dan penderita akan segera sembuh total asalkan terus melakukan penanganan sederhana seperti yang sudah di sebutkan di atas (untuk obat bisa berangsur angsur di kurangi).

Supaya Terhindar Dari Penyakit Rubella Syndrome

Langkah awal untuk menghindari penyakit ini adalah dengan mendapatkan vaksinasi rubella atau vaksinasi campak, bagi bunda yang punya program hamil sebaiknya mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu karena di dapatkan informasi bahwa 90 persen vaksinasi ini akan menjauhkan Anda dari penyakit rubella.

Di Indonesia sudah sejak lama menggunakan vaksinasi rubella dengan metode MMR yang juga bermanfaat untuk mencegah timbulnya campak dan penyakit gondong, vaksin ini wajib bagi anak indonesia dan di berikan 2 kali.

* Tahap pertama di berikan pada usia anak 15 hingga 18 bulan dengan jarak setelah 6 bulan dari imunisasi campak.

* Dan tahap kedua di berikan pada anak berusia 6 tahun.

Bagi bunda yang ingin punya program hamil sebaiknya menunggu setidaknya sekitar 4 minggu setelah mendapatkan vaksinasi MMR, dan wajib di ketahui bahwa vaksin ini tidak boleh di berikan saat sedang hamil.

Jika sistem imun bunda kuat dan tidak terinfeksi virus rubella maka kehamilan bunda berjalan lancar dan sehat namun jika terinfeksi maka janin akan beresiko terkena sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian janin saat ada di dalam kandungan.

Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir bagi bayi, seperti tuli, katarak, kelainan jantung, hati, paru-paru, muncul diabetes pada bayi, kerusakan syaraf otak dan penyakit lain yang mengganggu kecerdasan anak.

Itulah pengertian dari penyakit rubella syndrome yang bisa kita ketahui untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan agar lebih dapat menjaga kesehatan kita dan keluarga di kemudian hari.

Semoga bermanfaat


2 comments:

  1. Ooh sudah ada vaksinnya ya, sykurlah kalau sudah ada vaksinnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi kurang efektif kalau di gunakan anak di bawah usia satu tahun,,, semoga saja pemerintah mempertimbangkan hal ini.

      Delete

"Terimakasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar."

Bahasa Yang Kamu Gunakan

Copyright © infokesehattan.com | Powered by Blogger

Protection by DMCA.com Protection Status Protected by Copyscape